PEMERINTAH BERI IZIN IBADAH SALAT TARAWIH BERJAMAAH

Menyambut bulan puasa di tahun ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah sepanjang bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Kegiatan ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri, yaitu tarawih dan salat Id pada dasarnya diperkenankan, diperbolehkan. Yang harus diperhatikan, protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan sangat ketat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, (5/4).

Pandemi Covid masih belum berakhir meski sudah berlangsung satu tahun lebih. Peristiwa ini berdampak pada sistem peribadatan di Indonesia. Tahun lalu, pandemi menyebabkan ibadah di bulan Ramadan terganggu. Masyarakat diminta untuk tidak melaksanakan salat tarawih dan salat Id berjamaah di masjid.

Tahun ini masyarakat diperkenankan kembali beribadah Ramadan di luar rumah, dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Seperti yang sudah diucapkan oleh Muhadjir, ibadah tarawih harus dibatasi dengan jumlah jemaah yang tak terlalu banyak.

“Jadi, jemaah di luar mohon tidak diizinkan. Diupayakan sesederhana mungkin sehingga waktu tidak berkepanjangan mengingat kondisi masih darurat (covid-19),” ungkapnya.

Selain salat tarawih, untuk salat Id pun diperbolehkan untuk beribadah di luar rumah. Namun, harus diterapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan jumlah jemaah terbatas pada lingkup komunitas. Selain itu pihak pemerintah pun meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban agar tak terjadi kerumunan ketika di jalan maupun di masjid dan lapangan.

Share this article