Oz News

Badai Sampai Sore band indie asal kampus di Jakarta penghasilnya para seniman kece dan oke punya yaitu Institut Kesenian Jakarta (IKJ), telah melepas bebas sebuah musik video karya terbaru mereka untuk dinikmati para pendengar musik mereka anak-anak punk yang lenjeh.

Setelah di tahun 2016 lalu, Badai Sampai Sore jauh-jauh merilis EP mereka di negeri ‘Bunga Tulip’ yaitu Belanda. Lalu sebuah album bertajuk “Klandestin” setahun setelahnya di 2017. Badai Sampai Sore menelurkan sebuah single karya terbaru mereka “Jangan Marah Kalau Kubilang Kau Sakit Jiwa”

“Jangan Marah Kalau Kubilang Kau Sakit Jiwa” ini memiliki makna yang terbilang sederhana namun rumit di dalam judul lagunya yang begitu panjang. Judul ini dimaknai dari sebuah kisah nyata sebuah hubungan pertemanan absurdnya dengan orang yang absurd pula yang dialami sang vokalis Farie Judhistira.

Lagu yang secara resmi mereka rilis dan dapat dinikmati oleh “para punk lenjeh” seperti yang pernah mereka posting di Official Instagram Badai Sampai Sore, video musik tersebut di rilis 30 september lalu di kanal youtube Official Badai Sampai Sore. Meski sebenarnya lagu ini pernah diperdengarkan pertama kali pada saat sebuah event di kampus IKJ pada bulan Februari lalu, namun saat itu lagu ini belum masuk kedalam proses di dapur rekaman.

Single teranyar BSS (Badai Sampai Sore) ini di garap dengan formasi baru mereka yang kini Cuma jalan dengan 4 personil yang di isi oleh yaitu Farie (Vokalis, Gitar, harmonika), Doys (Bass, Vokal) , Damar (Keyboard, Vokal), Rison (Drum). Yang sebelumnya telah dahulu ditinggal oleh Aryo (gitar rhythm).

Jadi mau tau nggak kalian betapa absurd lagunya? Mending cek sendiri, semoga hidup kalian nggak absurd setelah denger lagunya ya.

Dari Pinggiran Selatan Jakarta, Morosasi terdiri dari 3 orang personil yang di isi Fergie Rahel Yoseph (vocal 1), Anindhita Resyahanifa (Vokal 2) dan Boogie Amirzard Alhaidar (guitar) yang terbentuk dari 6 Desember 2018. Band yang berawal dari kegiatan bermusik di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang musik ini, mencoba menunjukan jati diri mereka setelah lama nyaman didalam berkegiatan musik di UKM Kampus mereka di Kampus Tercinta Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta atau dikenal IISIP JAKARTA yang merupakan suatu kampus yang terletak di pinggiran selatan Jakarta.

Seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mereka yang biasa nongkrong dikampus pada sore hari dan dengan 3 kepribadian yang berbeda dan selera musik yang berbeda pula, akhirnya Morosasi memutuskan untuk hadir dan lahir di dunia musik dengan genre Pop Akustik namun dengan sedikit alunan folks sore hari kekinian, dan mereka coba tuangkan pada single perdana mereka “Menyematkan Semesta”.

Single perdana Morosasi yang bertajuk “Menyematkan Semesta” ini berisikan kisah tentang sepasang kekasih yang telah begitu lama menjalin hubungan namun harus berpisah, walaupun mereka masih memiliki perasaan sayang yang  begitu kuat, hingga masing-masing dari pasangan ini mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa hidup jika mereka tidak bersama, namun dengan hubungan mereka yang telah berbeda, didalam mimpinya mereka hanya bisa mengingat harum tubuh pasangannya karena tidak lagi dapat bersatu.

Dalam proses pembuatan lagu “Menyematkan Semesta” ini memakan waktu yang lama, selain karena  kesibukan masing-masing personil yang masih aktif berkuliah, dan kegiatan lain masing-masing personilnya, namun lagu yang di aransemen oleh sang gitaris Boogie ini tidak hanya dikerjakan boogie sendirian tapi semua personil ikut terlibat dari pembuatan lirik dan lainnya untuk memantapkan materi lagu perdana mereka, setelah setahun lamanya Morosasi Masuk ke dapur rekaman untuk merekam lagu perdana mereka ini pada bulan Agustus 2019.

Setelah keseluruhan pembuatan lagu akhirnya Morosasi memberanikan diri untuk merilis lagu perdana mereka “menyematkan Semesta” pada 20 September 2019, dan walaupun Morosasi merupakan band pendatang mereka memiliki keberanian, mereka akan melanjutkan karya mereka dengan membuat EP (Extended Play) dan single perdana mereka “ menyematkan semesta” ini akan menjadi pembuka dan menjadi salah satu single didalam rencana EP mereka. Dan untuk melanggengkan jalan berkarya mereka, Morosasi telah merilis resmi single perdana mereka “menyematkan Semesta” di Platform digital Spotify dan Youtube untuk dinikmati penikmat musik. 

Setelah pada 29 September 2019 lalu band Death Metal Asal 'Kota Kembang' Bandung Jasad sukses menggelar hearing session dan perilisan mini album mereka yang bertajuk “Mini 5” di Bandung. Jasad nggak tanggung-tanggung mereka mencoba melakukan tur promosi "Mini 5" secara internasional ke ‘Negeri Sakura’ Jepang. Di dukung DCDC Dream World, mereka bisa masuk di dua festival besar musik death metal di Jepang.

Panggung pertama yang akan menjadi tempat Jasad meneriakan Promo mini album mereka ialah Osaka Deathfest di Kota Osaka pada 12 September 2019, yang bertempat di Sengoku Daitoryo, lalu Jasad bakal gebrak Ibu Kota Jepang Tokyo mereka akan tampil di Asakusa Deathfest, yang bertempat di Gold Sound Tokyo. Di dua festival besar Death Metal jepang itu Jasad tidak hanya tampil dengan band-band Death metal asal tuan rumah Jepang dan band Death metal asal sesama negara Asia tapi Jasad juga akan tampil dengan band dengan genre sejenis yang berasal dari Amerika dan juga Italia.

Jasad Sendiri menerangkan bahwa album “Mini 5” milik mereka ini merupakan sebuah album pemanasan sebelum merilis album penuh mereka yang masih dalam proses penggarapan. Dan jasad juga menerangkan bahwa Jasad berencana manggung di beberapa negara asia lainnya pada awal 2020 nanti, selain melakukan promosi mini album mereka “mini 5” di Jepang.

Salah satu Band Indie ala Britpop Asal 'Kota Hujan' Bogor, Mery Celeste. Merilis sebuah video musik dari single terbaru mereka yang bertajuk "Minnesota"

Mery Celeste yang beranggotakan yang beranggotakan Rifqi Danuwi Putra (vokal), Intan Descenika (gitar), Tuhibagus Rasyid (gitar), Ahmad Suryadi (bassis), M Iqbal Firdausi (Drummer) dan Fazal Tsuroya (keyboardis). Sepakat untuk mrilis sebuah video musik "Minnesota" secara resmi di kanal Youtube  mereka 'Mery Celeste' pada 9 Oktober 2019 kemarin. setelah sebelumnya mereka telah melakukan pemutaran perdana musik video mereka di Kemenady sebuah kafe di Kota Bogor pada 29 September 2019 dan telah merilis lebih dulu video lirik dari "Minnesota" pada 2 Oktober 2019 lalu.

Penamaan "Mninnesota" dikonotasikan mewakili isi dari makna single ini yang mengisahkan perasaan dan atmosfer seorang kekasih yang mencintai pasangannya dengan tulus namun terdapat sebuah kebimbangan didalam sebuah hubungan, yang begitu dingin namun menimbulkan rasa yang begitu hangat di momen-momen tertentu. maka dipilihlah kata "Minnesota" yang merupakan sebuah kota di Utara negeri 'Paman Sam' Amerika Serikat yang memiliki cuaca begitu dingin.

lagu yang diciptakan oleh dua personil Mery Celeste ini, yaitu Rasyid dan Intan. berawal dari perspektif intan yang melihat sebuah cinta dari hubungan dua insan yang begitu bimbang. lalu dituangkan kedalam sebuah lirik berbahasa Ingris yang begitu apik oleh Intan, dan diserap lirik tersebut dan diteriakan oleh Rasyid dengan banyak susunan tempo nada yang menyatu dengan lirik dan terciptalah sebuah lagu "Minnesota".

Isi video musiknya di isi dengan dua pasangan lansia. yang didalamnya pasangan ini memiliki suatu hubungan yang baik namun terkadang membingungkan memiliki kehangatan didalamnya namun terkadang sang laki-laki begitu dingin dengan pasangannya. dan diakhir video tersebut sang wanita ternyata harus tidur sendiri sambil memegang buku berjudul "Minnesota"

Langsung aja tonton aja Video Musik dari Mery Celeste band asal Bogor ini dengan single “Minnesota” mereka di Official Youtube mereka deh.

 

Sisi sentimental dari Juicy Luicy

Juicy Luicy merilis EP Sentimental ( Side A ) bentuk kejujuran mereka dalam bermusik

Album Perdana Dari Sarah Saputri

Musikus asal Bandung, Sarah Saputri, merilis debut albumnya yang bertajuk Pengikut Hati di akhir September 2019.

Rapper Rich Brian dan Penyanyi solo K-Pop Chungha telah merilis resmi single kolaborasi mereka pada 3 oktober kemarin Setelah mengejutkan fans mereka dengan video teaser yang dirilis oleh 88 Rising label yang menaungi Rich Brian.

Band Jebolan Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Indische Party kembali meramaikan kancah musik indie nasional, dengan merilis single baru mereka yang berjudul “ Tell Me What To Do”.

Dian Asmara dari Mondo Gascaro

Setelah tahun lalu merilis album original soundtrack “Kucumbu Tubuh Indahku” , Mondo Gascaro kini kembali dengan sebuah rilisan baru.

Renungan Danilla di album 'Fingers'

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, 30 September dini hari, tiba-tiba Danilla Riyadi merilis mini album Fingers

KUBURAN ‘BANGKIT’ LAGI

Kuburan menggentayangi OZ Radio dengan lagu ‘Saredona’ 


Mocca Beri Semangat untuk Penderita Kanker Melalui Single 'Semoga'